Penyelesaian Persamaan Non Linear dengan Metode Biseksi
Dalam matematika, bentuk persamaan secara umum terbagi menjadi dua bagian, yakni persamaan linear dan persamaan non linear. Perbedaan dari persamaan tersebut terletak pada bentuk persamaan dan grafiknya.
Bentuk Persamaan
Jika dilihat dari bentuk persamaannya, persamaan linear mengandung variabel bebas berpangkat 1 atau 0. Persamaan nonl inear mengandung variabel bebas yang berpangkan bilangan real.
Grafik
Jika dilihat dari bentuk grafiknya, persamaan linear akan menghasilkan grafik yang berbentuk linear (garis lurus). Sedangkan, pada persamaan non linear akan menghasilkan bentuk bukan garis lurus.
Jika dilihat dari bentuk grafiknya, persamaan linear akan menghasilkan grafik yang berbentuk linear (garis lurus). Sedangkan, pada persamaan non linear akan menghasilkan bentuk bukan garis lurus.
Persamaan
Non Linear
Persamaan non linear
adalah persamaan yang mempunyai peubah dengan pangkat terkecil adalah 1.
Masalah pencarian
solusi persamaan linear dapat dirumuskan dengan singkat sebagai berikut :
tentukan nilai x yang memenuhi persamaan f(x) =0, yaitu nilai x = s sedemikian
sehingga f(s) sama dengan nol.
Dalam metode numerik, pencarian akar f(x) = 0 dilakukan secara iteratif
(looping). Metode yang digunakan dalam penyelesaian persamaan non linear salah
satunya adalah metode biseksi.
Ide awal metode ini adalah metode tabel, dimana area dibagi menjadi N bagian. Hanya
saja metode biseksi ini membagi range menjadi 2 bagian, dari dua bagian ini
dipilih bagian mana yang mengandung dan bagian yang tidak mengandung akar
dibuang. Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga diperoleh akar persamaan.
Langkah 1
Pilih a sebagai batas bawah dan b sebagai batas
atas untuk taksiran akar sehingga terjadi perubahan tanda fungsi dalam
selang interval. Atau periksa apakah benar bahwa
f(a) . f(b) < 0
Langkah 2
Taksiran nilai akar baru, c diperoleh dari :
c=(a+b)/2
Langkah 3
Menentukan daerah yang berisi akar fungsi:
1. Jika z merupakan akar fungsi,
maka f(x < z) dan f(x > z) saling berbeda tanda.
2. f(a)*f(c) negatif, berarti di
antara a & c ada akar fungsi.
3. f(b)*f(c) positif, berarti di
antara b & c tidak ada akar fungsi
Langkah 4
Menentukan berhentinya itersi:
Proses pencarian akar fungsi dihentikan setelah
keakuratan yang diinginkan dicapai, yang dapat diketahui dari kesalahan relatif
semu.
Metode
Biseksi dengan Matlab
Sekian
dulu pembahasan kita kali ini. Jangan lupa share postingan ini ke teman-teman
kalian ya. Sampai jumpa lagi, Bye!!
Sumber:



Casino de Vrije à Casino de Vrije à Casino de Vrije
BalasHapus› Casino › Vrije-a › Casino › Vrije-a Casino de Vrije à Casino 창원 출장안마 de Vrije à Casino de Vrije à Casino de Vrije à Casino de Vrije à Casino de Vrije à Casino de 전라남도 출장마사지 Vrije à Casino de Vrije à 강릉 출장마사지 Casino de Vrije à Casino de Vrije à Casino 영주 출장안마 de Vrije 파주 출장마사지 à